Mukadimah (lihat contoh mukadimah)
Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara saudara sekalian yang saya hormati.
Pertama kali, marilah kita memanjatkan puji syukur yang tiada terhingga kepada Allah swt. Karena Dia telah memberi kita karunia dan nikmat yang sangat besar. Karunia dan nikmat itu ialah umur yang panjang, kesehatan yang baik, dan kesempatan yang luang sehingga kita semua bisa menghadiri acara…………………..
Tanpa ijin dari Allah tak mungkin kita bisa hadir dan bermuwajahah di tempat ini.
Kedua kalinya, semoga keselamatan dan kesejahteraan tetap dilimpahkan Allah kepada panutan kita semua, yakni Rosulullah saw. Berikut para keluarganya, para sahabatnya, para Ulama-ulama dan segenap pengikutnya umat Islam sekalian. Amin.
Para hadirin yang saya hormati,
Pada dasarnya Manusia adalah makhluk Sosial. Artinya makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, melainkan secara berkelompok. Satu sama lain saling membutuhkan.Untuk mendapatkan kesejahteraan kita tidak bisa hidup seorang diri. Kita pasti bergantung dan membutuhkan pertolongan orang lain. Demikian pula orang lain, pasti membutuhkan kehadiran kita. Sikap saling membantu sangat dianjurkan dalam islam, membiarkan saling membantu sesama manusia merupakan akhlak mulia. Karena itulah maka dalam islam dikenal dengan istilah ta’awun (saling menolong).
Dan tolong menolonglah kalian dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa. Dan jangan tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran dan bertaqwalah kalian kepada Allah amat berat siksan-Nya.
Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara sekalian,
Pada dasarnya Ta’awun atau tolong- menolong itu dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tolong-menolong secara moral dan tolong-menolong secara material.
Tolong-menolong secara moral adalah saling membantu member nasihat tentang kebaikan. Memberi jalan keluar atas kesulitan teman atau orang lain.mencagah perbuatan munkar dan menunjukan bagaimana seorang itu berbuat. Atau bisa juga memberikan gagasan-gagasan positif, dan masih banyak lagi.
Sedangkan tolong-menolong dari segi material ialah membantu orang lain misalkan berupa tenaga, harta, modal, sedekah, zakat dan sebagainya. Dalam islam anjuran untuk membantu lagi fakir miskin melalui zakat merupakan bentuk ta’awun secara nyata.
Para hadirin rahimakumullah,
Islam memberi tuntunan dan ajaran bahwa sesama muslim adalah saudara. Jika sesama muslim telah mengaku saudara, maka sungguh keterlaluan jika muslim yang kaya enggan menolong muslim yang miskin. Sungguh keterlaluan muslim yang pandai enggan memberi ilmunya kepada miskin yang bodoh. Karena itu yang kaya hendaknya memberi yang miskin dan yang berilmu hendaknya mengajari yang bodoh.
Dalam ikatan persaudaraan atau persahabatan, maka ada hak-hak dan kewajiban yang harus dipenuhi.
Rosulullah saw. Bersabda:
Ada empat perkara hak orang islam yang harus engkau penuhi yaitu agar membantu kepada yang berbuat kebaikan,memohonkan ampunan kepada yang berbuat dosa, mendoakan kepada yang membelakangi agamanya dan agar senang kepada mereka yang melakukan taubat.
Bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara sekalian,
Namun selama ini dikalangan semua muslim,ta’awun dalam bentuk material ini masih belum membudaya. Banyak orang islam yang kaya raya namun kepedulian social terhadap sesame saudara muslim kurang maksimal. Tidak sedikit mereka yang berlimpah kekayaan namun masih kikir. Padahal seandaianya di negara ini, orang islam yang kaya peduli terhadap orang islam yang miskin, yang pengangguran dan yatim piatu, maka masyarakat islam akan menjadi makmur.
Oleh karena itu diharapkan kita melatih diri untuk dermawan dan suka mengulurkan tangan kepada sesama muslim yang miskin. Memberi lapangan pekerjaan bagi muslim yang fakir. Dan tidak segan-segan menolong yatim piatu. Sesungguhnya harta yang kita keluarkan untuk menolong mereka tidak akan berkurang, melainkan bertambah.
Demikianlah sedikit apa yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Jika ada kesalahan, maka hal itu karena khilaf dan kebodohan ilmu saya. Namun jika dalam materi itu dapat dipetik kebenarannya, maka hal itu semata-mata karena ilmu Allah. Mohon maaf atas segala kekurangannya.
BILAHIT TAUFIQ WAL HIDAYAH, WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABARAKATATUH.
- Pidato tema kebersihan lingkungan di sekolah.
Pertama-tama marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkah dan karunianya kitasemua dapat berkumpul di pagi yang cerah ini dalam keadaan sehat wal’afiat. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW kepada keluarganya, sahabatnya, dan semoga kepada kita sebagai pengikutnya.
Bapak-ibu guru yang saya hormati dan teman-teman yang saya cintai dan saya banggakan. Pada hari ini saya akan menyampaikan pidato tentang “Menjaga Lingkungan Di Sekolah”.
Teman-teman, ketahui bahwa lingkungan merupakan tempat hidup bagi semua makhluk hidup.Oleh karena itu kita harus menjaga kelestarian lingkungan kita agar kita dapat hidup dengan nyaman. Salah satu cara menjaga kelestarian lingkungan adalah menjaga kebersihannya. Menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang kecil, tetapi terkadang sangat sulit dilakukan oleh kita.Contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya.
Saat ini kesadaran untuk menjaga kebersihan di kalangan kita sebagai seorang murid sangatlah kurang. Dilihat dari lingkungan sekolah kita yang masih terdapat sampah yang berserakan, entah sampah plastik makanan-minuman, atau kertas. Padahal tempat sampah yang disediakan sekolah sudah memadai. Di setiap sudut sekolah terdapat tempat sampah, di dalam kelas pun terdapat tempat sampah. Namun tidak adanya kesadaran dari kita untuk membuang sampah pada tempatnya sebagai wujud menjaga kebersiahan lingkungan sekolah kita.Selain membuang sampah pada tempatnya, kita juga dapat menjalankan piket kelas sebagai aksi menjaga kebersihan lingkungan di lingkup sekolahan. Dan biasakan memilah sampah sesuai dengan kelompoknya sebelum dimasukkan ke tempat sampah.
Jenis sampah dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Sampah Basah yaitu sampah yang mudah terurai dan membusuk,
contoh; sisa makanan, sayur dan buah-buahan, sampah kebun dan sampah dapur.
2. Sampah Kering yaitu sampah yang tidak bisa membusuk dan terurai secara alamiah,
contoh: kertas, kardus, plastik, tekstil, karet, kaca, kaleng, dll
3. Sampah B3 (Bahan Berbahaya & Beracun) yaitu sampah beracun dan reaktif yang sangat membahayakan kesehatan dan kehidupan organisme antara lain, baterai, cat, pestisida, sampah rumah sakit, dll.
Tetapi tempat sampah yang biasa disediakan hanya 2 jenis, yaitu sampah basah dan sampah kering.Tetapi pada akhirnya pemisahan sampah basah dan sampah kering tersebut akhirnya waktu dibuang itu disatukan kembali jadi sia-sia kita memila sampah basah dan sampah kering kalau pada akhirnya juga disatukan kembali. Hal ini harus ada kerjasama antara pemerintah dan sekolah untuk pembuangan sampahbasah dan sampah kering untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Sebagai penutup, saya hanya ingin menyampaikan pesan dari pidato saya dengan menyampaikan sebuah pepatah. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan ini saya berharap teman-teman peduli dan sadar dengan pentingnya menjaga kebersiahan.
Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan mohon maaf apabila ada kesalahan dalam bertutur kata. Atas perhatiannya sayaucapkan terimakasih dan saya akhiri.
WalbilaihiTaufikWalhidayahWassalamu’alaikum W.W.



No comments:
Post a Comment